|
KONSEP DASAR BANGUNAN
Ide utama untuk museum tsunami ini
adalah untuk menghadirkan sebuah wahana bagi masyarakat umum untuk
mendapatkan pengalaman dan hal-hal lain tentang tsunami.
Kita selalu ingin mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan.
Dengan mengenang, kita akan mengingat dan belajar pada sebuah peristiwa
dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik, misalnya melalui situs,
monumen, museum dan bentuk lainnya, sebagai media bentuk-bentuk ekspresi
untuk mengabadikan kenangan.
Pendekatan desain yang dilakukan di dalam proyek ini adalah sekuensi ruang
untuk menghadirkan pengalaman-pengalaman untuk mengenang, dan belajar untuk
memahami perjalanan Aceh dari masa lampau, saat ini dan esok. Dari aspek
lokasi, museum berada di kawasan ruang publik dan situs sejarah sehingga
desain museum merespon kondisi ini dengan memaksimalkan ruang terbuka pada
tapaknya.
Museum Tsunami digambarkan sebagai
sebuah titik penting bagi masayarakat Aceh setelah peristiwa besar musibah
gempa bumi dan tsunami dalam melihat masa lalunya untuk mengenang dan
belajar sehingga akan lebih mantap menapaki masa depan, hal ini menjadi
sebuah simbol dari proses orang aceh untuk berfikir dan di terjemahkan ke
dalam bentuk sebuah kupiah meuketop sebagai identitas penutup kepala
tradisional Aceh.
Proses mengenang jika ditelisik
maka akan memiliki alur fikir yang mengarah ke belakang dalam hal ini menuju
pada saat terjadinya peristiwa gempa bumi dan tsunami sehingga secara
arsitektural diterjemahkan pada alur sirkulasi, pengunjung akan bergerak
menuju ke sebuah titik pusat dengan menembus sekuen-sekuen ruang antara lain
bentukan-bentukan lengkung seperti gelombang dari plaza dan kemudian
menembus sebuah keadaan ekstrem dari kolam kontempelasi untuk kemudian
berlanjut menuju bangunan sebagai episentrum yang menjadi titik penting bagi
masyarakat aceh. Setelah berada di dalam titik bangunan pengunjung akan
dibawa menuju ke arah vertikal sebagai wujud menjadikan titik ini sebagai
pendorong semangat dalam membangun Aceh menjadi lebih baik untuk hari esok.
|