arsitektur dan desain
 
  Home
  Buku Tamu
  Desain
  Visualisasi
  Desain Produk
  Our Team
Desain
Arsitektur

OUR DESIGN WORK

Bangunan diatas merupakan Studio Aceh TV yang berlokasi di Banda Aceh.  Bangunan ini dirancang diatas lahan seluas ±2800m2.  Bangunan utama memiliki luas ±870m2 untuk lantai satu dan ±960m2 untuk lantai dua.  Zona untuk lahan ini dibagi menjadi 4 bagian secara berurutan dari depan ke belakang yaitu zona penerima, zona bangunan utama, zona bangunan servis dan zona bangunan rumah dinas. 

KONSEP DASAR BANGUNAN

Aceh TV merupakan salah satu televisi di Nanggroe Aceh Darussalam yang merupakan satu-satunya Televisi masyarakat Aceh.  Untuk itu konsep bangunan untuk studio Aceh TV ini dicoba diangkat dari asumsi bahwa TV ini merupakan wahana masuk dan keluarnya informasi mengenai Aceh yang dibahas oleh orang Aceh itu sendiri.  Untuk itu konsep gubahan bangunan dicoba diambil dari unsur pintu Aceh yang menyimbolkan sebagai pintu masuk dan keluarnya dari dan ke Aceh.  Sedangkan tampilan bangunannya sendiri akan dicoba ditampilkan secara kontemporer.  Hal ini dimaksudkan untuk menyimbolkan teknologi yang berkembang dewasa ini dimana televisi merupakan salah satu wadah yang menandakan kemajuan dari teknologi itu sendiri.

©matadesign, Aceh TV 2009

KOMPETISI MUSEUM TSUNAMI NAD

Dalam sayembara ini kami branggotakan 4 orang sebagai berikut: atthaillah,alman faluthi, febriyansyah dan heri azuwar.

Sayembara Nasional ini diadakan oleh IAI Aceh kerjasama dengan BRR NAD-Nias pada tahun 2007.

 

 

KONSEP DASAR BANGUNAN

Ide utama untuk museum tsunami ini adalah untuk menghadirkan sebuah wahana bagi masyarakat umum untuk mendapatkan pengalaman dan hal-hal lain tentang tsunami.

Kita selalu ingin mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan. Dengan mengenang, kita akan mengingat dan belajar pada sebuah peristiwa dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik, misalnya melalui situs, monumen, museum dan bentuk lainnya, sebagai media bentuk-bentuk ekspresi untuk mengabadikan kenangan.

Pendekatan desain yang dilakukan di dalam proyek ini adalah sekuensi ruang untuk menghadirkan pengalaman-pengalaman untuk mengenang, dan belajar untuk memahami perjalanan Aceh dari masa lampau, saat ini dan esok. Dari aspek lokasi, museum berada di kawasan ruang publik dan situs sejarah sehingga desain museum merespon kondisi ini dengan memaksimalkan ruang terbuka pada tapaknya.

Museum Tsunami digambarkan sebagai sebuah titik penting bagi masayarakat Aceh setelah peristiwa besar musibah gempa bumi dan tsunami dalam melihat masa lalunya untuk mengenang dan belajar sehingga akan lebih mantap menapaki masa depan, hal ini menjadi sebuah simbol dari proses orang aceh untuk berfikir dan di terjemahkan ke dalam bentuk sebuah kupiah meuketop sebagai identitas penutup kepala tradisional Aceh.

Proses mengenang jika ditelisik maka akan memiliki alur fikir yang mengarah ke belakang dalam hal ini menuju pada saat terjadinya peristiwa gempa bumi dan tsunami sehingga secara arsitektural diterjemahkan pada alur sirkulasi, pengunjung akan bergerak menuju ke sebuah titik pusat dengan menembus sekuen-sekuen ruang antara lain bentukan-bentukan lengkung seperti gelombang dari plaza dan kemudian menembus sebuah keadaan ekstrem dari kolam kontempelasi untuk kemudian berlanjut menuju bangunan sebagai episentrum yang menjadi titik penting bagi masyarakat aceh. Setelah berada di dalam titik bangunan pengunjung akan dibawa menuju ke arah vertikal sebagai wujud menjadikan titik ini sebagai pendorong semangat dalam membangun Aceh menjadi lebih baik untuk hari esok.
 

©matadesign, museum tsunami nad, 2007

KONSEP DASAR BANGUNAN

Bangunan rumah tinggal pribadi ini merupakan urban house yang berada pada lahan yang relatif sempit.  karena banyaknya kebutuhan ruangan pada rumah ini maka kendala utam yang dihadapi bagaimana memasukkan cahaya alami dan udara alami kedalah bangunan sehingga rumah ini menjadi rumah yang sehat.

Jadi hal utam yang menjadi konsep perancangan rumah ini adalah pencahayaan dan penghawaan alami kedalam bangunan sehingga dalam desain bangunan ada dua taman internal kecil sebagai paru-paru rumah ini.  Sedangkan untuk pencahayaan setiap ruangan diusahakan mendapatkan cahaya yang cukup lewat jendela, sedangkan pencahayaan ruangan tengah diambil dari atap menerus ke ruang keluarga.

©matadesign, rumah antoni pribadi di banda aceh, 2008

 
 

matadesign, email: atthaillah@gmail.com , website http://www.matadesign.co.cc

jika browser anda tidak dapat menampilkan menu disisi kiri website maka untuk menjelajahi website ini gunakan menu berikut:
Home| Buku Tamu| Desain| Visualisasi| Desain Produk